perlahan-lahan kau toreh luka di hatiku..
semakin terus kau lukai, luka itu akan membesar..
aku hanya bisa diam, aku tidak protes..
aku hanya sedang ingin menikmati luka ini..
toh, aku bersuara pun itu nggak ada arti..
ini bukan pertama kali seperti ini, dari dulu aku selalu merassakan ini..
ya aku hanya selalu dia...
dan sekarang itu terjadi lagi..
dan aku tetap diam..